Responsive Ads Here

Thursday, April 27, 2017

INEN MAYAK TRI 2

INEN MAYAK TRI 2
Perasaan Inen Mayak Tri dapat dimaklumi baru kawin ditinggal berlama-lama, aduh …Keinginan Inen Mayak Tri terkabul juga. Ada kawan Aman Mayak, pulang kampung ke Pining. Kepada kawan ini ditanyakan perihal Aman Mayak. Didapat kabar bahwa Aman Mayak telah gugur di Idi dan dikuburkan secara baik-baik. Mendengar kabar ini hati Inen Mayak Tri hancur, berhari-hari makan tak menentu, tidur tidak nyenyak, sukar diajak bicara.
Orang menduga Inen Mayak Tri sudah agak mereng, hampir kehilangan akal sehat. Setelah “nujuh” suaminya, Inen Mayak Tri memberanikan diri meminta izin kepada orang tua, mertua, dan jema opat, agar dia (Inen Mayak Tri) diizinkan bersabung nyawa ke Idi. Jema opat tidak mengizinkan dan dianjurkan agar berlatih perang di Pining saja sebab dapat diduga Belanda pasti datang ke daerah Pining. Inen Mayak Tri tidak berkecil hati dan secara sungguh-sungguh berlatih terus menggunakan senjata perang dengan satu tekad, ESA HILANG, DUA TERBILANG.
Pada penghujung tahun 1898, Inen Mayak Tri bergembira bukan kepalang, mengetahui bahwa Belanda akan datang ke daerah Pining. Benar Belanda datang di bawah pimpinan Kapten Colijn, mengejar T. Tapa. Pasukan Pining di bawah pimpinan Datok Pining Tue, dibantu oleh Inen Mayak Tri, menyambut pasukan Belanda di Tingkem. Begitu Belanda datang, pasukan Pining menyambut mereka, dari sore hingga tengah malam mereka bersabung nyawa, Inen Mayak Tri mengamuk sejadi-jadinya dan berhasil melukai serdadu Belanda, sungguhpun dia juga terluka. Malam itu juga pasukan Belanda mundur, dan pasukan Pining kembali ke Pining.
Enam tahun kemudian Belanda datang lagi tepatnya 12 Pebruari 1904, di bawah pimpinan Kapten C. LECHLEINER dari Kuala Simpang. Belanda disambut pasukan Pining lagi di Tingkem, Inen Mayak Tri sekali lagi bersabung nyawa dan kapten ini tertetak, kedua tangannya hampir putus dan malam itu juga dibawa kembali ke Kuala Simpang. Diyakini kapten ini ditetak oleh Inen Mayak Tri. Pasukan Pining ada yang kembali ke Pining dan ada juga yang masuk hutan. Inen Mayak Tri yang sempat luka-luka, dibawa ke dalam hutan, diobati dan beberapa tahun kemudian meninggal secara normal. Di mana kuburnya, hanya pasukan Pining yang tahu.
Disarikan dari karangan :
Kapten Herman Agerbeek Komandan Divisi I Marsose Blangkejeren, dalam kisah :
MEMORI AKHIR JABATAN TAHUN 1925
Oleh : Drs. H. M. SALIM WAHAB