Monday, May 1, 2017

Dimus Srikandi Berjiwa Singa

Dimus Srikandi Berjiwa Singa
Belanda pada dasarnya berkehendak agar pejuang Gayo yang berada di setiap benteng dapat dan mau menyerah secara baik-baik, untuk menghindari jatuhnya korban. Untuk mencapai tujuan ini dipakai tangan orang ketiga, baik kejurun, pemuka agama, reje yang sudah menyerah dan lain-lain. Juga taktik menakuti pejuang yang belum menyerah dengan memberi contoh-contoh tindakan Belanda atas benteng pejuang yang telah kalah.
Setelah benteng Penosan jatuh ke tangan Belanda pada tanggal 11 Mei 1904, Van Daalen mengirim surat kepada pejuang Tampeng, agar menyerah. Surat ini diantar oleh kurir yang pandai tulis baca, dan ahli dalam diplomasi. Kurir meminta agar pejuang Tampeng menyerah saja.
Kurir : “Kati nti naeh deletu jema mate, harta hancur, kampung hancur, kune perahanme ike kite bersebet padih urum pake si gehni. Ku rasa dele manfaat’e ari mudarat’e. Engonkam Pasir, hancur, Gemunyang si kuet royo, Durin, lumet, Badak nlangak, Rikit Gaib meh, Penosan hangus. Nti kase kampung te nipeh lebih ari oya. Sayang rakyatte”.
Pejuang : “Seber kam, osah ku kami waktu, wasni 2 atau 3 lo ni kami osah keber ku kam. Geh mien kam kini, kati betih hasil’e kase”.
Kurir : “Jeroh-jeroh, wasni 3 lo ni kami geh mien”.
Terjemahan :
Kurir : “Agar supaya jangan lagi banyak jatuh korban, harta hancur, kampung hancur, bagaimana perasaan bapak-bapak kalau kita bersahabat saja dengan pendatang ini. Saya pikir lebih banyak mudaratnya. Coba bapak lihat Pasir hancur, Gemuyang kalah, Durin kalah, Badak kalah, Rikit Gaib kalah, Penosan kalah. Jangan nanti kampung kita inipun lebih hancur lagi. Sayang rakyat”.
Pejuang : “Sabar bapak, kasih kesempatan kepada kami dalam 2 a 3 hari ini baru kami beri kabar. Datang lagi bapak kemari supaya tahu bagaimana hasilnya”.
Kurir : “Baiklah kalau begitu dalam 2 a 3 hari ini kami datang”.
Pada malam harinya, pejuang benteng Tampeng, mengadakan rapat di atas mersah Tampeng di bawah pimpinan Reje Cik Tampeng, dihadiri oleh para panglime, antara lain yang dari luar kampung Aman Linting, Aman Jata, Abdussamad Kejurun Bambel, Tanah Alas dan Kurir Belanda sendiri. Acara rapat yang utama adalah membahas ultimatum Van Daalen. Dalam pembahasan ini forum terbagi dua, ada yang berkeras perang dan lebih banyak berdamai dengan Belanda. Tidak ada titik temu, masing-masing mempertahankan argumennya. Bukan lagi rapat, tapi sudah mengarah ke pertengkaran, pecah kongsi, dan hampir saja pedang ikut berbicara. Suasana di atas mersah panas, sedangkan suasana di bawah mersah yang dihuni oleh perempuan dan anak-anak mencekam. Mereka, kaum ibu, memperhatikan, pembicaraan kaum bapak, secara cermat dan sebagian dari ibu yang berjiwa panglima sangat menyesalkan pertengkaran kaum bapak yang dianggap menghabiskan tenaga saja.
Pada saat itulah ada seorang ibu yang bernama Dimus bernyanyi, bersendung, untuk mengajak anaknya agar cepat tidur. Dalam senandung beliau berharap agar anaknya cepat tidur, dan mengharap kepada anaknya agar mengizinkan ibunya bersabung dengan Belanda, dan kalau anaknya ingin “nyusu” mintalah kepada ayahnya si pengecut, kalau kelak ibunya gugur.

Senandung Dimus kira-kira demikian :
- La ilah haillallaa, Muhammadur Rasul Allah,
- Anakku mutuah, anakku sibebahagie
- Nti naeh mongot berkolak awah
- Inemu male betengkah urum Belene

- Ateni amanmu nge dabuh gunah
- Nge nerah langkah nsangka ku uten rime
- Kedelen’e jema rawan nge nyarungni lopah
- Gere naeh ara ken panglime

- Ike inemu mate, ko gere dalih mongot bersebuku
- Ike ko nlape ku amamu ko niro susu
- ike ko kul, ko torah nuntut ilmu
- Kati nguk mbelaku, nti ngeson lagu amamu

- Anakku nomeni renye nome, aku male nremes luju
- Luju ken alatku anakku urum Belene bejalu
- Aku gere terih aku gere takut anakku
- Ume garang pelulut ini inemu

- Oi jema rawan urang Tampeng
- Ke ngon kam gotol-gotol gere rengkeng
- Belene male geh nguk kam terih
- Reje Alas nge geh mbantu kite kunulle gere tak lah tapi tak iwih

- Ooooi………….. hu………..hu……….hu……….hu

Terjemahan :

- La ilah haillallaa, Muhammadur Rasul Allah,
- Anakku bertuah, anakku yang berbahagia
- Jangan lagi kau kuat-kuat menangis
- Ibumu mau bersabung dengan Belanda

- Hati bapakmu sudah gundah
- Sudah mencari langkah, lari ke hutan rimba
- Kebanyakan orang laki sudah menyarung pisau
- Tak ada lagi berjiwa panglima

- Kalau ibumu sahid, jangan engkau bersedu sedan
- Kalau kau lapar, minta susu kepada bapakmu
- Kalau kau sudah besar, tuntutlah ilmu
- Biar dapat kau membantu ibu, jangan penakut seperti bapakmu

- Tidurlah tidur anakku, ibumu mau mengasah pedang
- Untuk alatku berlaga dengan Belanda
- Ibu tak gentar, tak takut anakku
- Bukan bapak penakut ini ibumu

- Oi pahlawan Tampeng
- Kulihat kalian gemuk-gemuk, tidak kurus
- Belanda datang, kok kalian takut
- Raja Alas datang membantu kita

- Ooooi………….. hu………..hu……….hu……….hu
Rupanya jangin Dimus ini didengar oleh pejuang di atas mersah, mereka terdiam seluruhnya. Ketika itulah Dimus naik ke mersah memarahi para pejuang.
“Ooooiii ………he he he para panglime si gagah berani, Belene geh, kam takut, garang pelulut, jegekam anakni kami, osan luju mea ku kami jema benen, kati engonkam kami bersabung urum ‘kafir’ Belene. Kam gere kemel ken Reje Alas si geh mbantu kite. Besilo peri singket, sahan si mera dame urum Belene, turun ari mersah ini, taring i atasni alat me, dan si milih perang, taring i mersah ini”.
Terjemahan :
“Ooooiii ………para panglima yang gagah berani. Belanda datang kalian takut, garang pelulut jaga anak kami ini, berikan alat kalian kepada kami kaum perempuan, supaya kalian lihat kami bersabung dengan Belanda. Kalian tak malu kepada Raja Alas yang jauh-jauh datang membantu kita. Siapa yang mau damai dengan Belanda turun dari mersah ini letakkan senjata dan yang memilih perang tinggal diatas mersah ini”
Mendengar “pidato” Dimus ini, serentak seluruh peserta rapat mengucap.
“Allahu Akbar, perang, Allahu Akbar, perang”
Sambil berpelukan dan menangis satu dengan yang lain pilihan telah bulat ……………. Perang.
KISAH Inen Mayak Tri dan Dimus srikandi berjiwa singa ditulis oleh Kapten HERMAN AGERBEEK, komandan Divisi I marsose Blangkejeren. Herman Agerbeek adalah seorang penulis yang sangat kreatif, bahkan Zentgraaff penulis buku ATJEH berani mengatakan bahwa karya Agerbeek melebihi karya penulis besar C S H.
Cerita ini terdapat pada catatan MEMORI AKHIR JABATAN tahun 1928 yang tersimpan rapi di PDIA Banda Aceh.
Tulisan tersebut disesuaikan dengan sudut pandang Indonesia oleh penulis.
Oleh: Drs. H.Salim Wahab

Saturday, April 29, 2017

Kejurun; Asosiasi Masyarakat Gayo Berdasarkan Keturunan

Kejurun; Asosiasi Masyarakat Gayo Berdasarkan Keturunan
Di daerah Aceh Gayo telah berdiri asosiasi sosial yang bernama kejurun. Kejurun, adalah sebuah terminologi atau sebutan nama untuk daerah di daerah Gayo, yang memiliki wilayah-wilayah tertentu yang terdiri dari empat desa tradisional Gayo. Selain masyarakat Gayo, istilah ini juga digunakan oleh Masyarakat Alas, kesultanan-kesultanan Melayu di Sumatera Timur, dan masyarakat Karo.
Di daerah Aceh Gayo terdapat 8 daerah kejurun, yaitu 6 kejurun di daerah tanah Gayo dan 2 kejurun di daerah Tanah Alas. Di daerah Gayo lebih dahulu berdiri 4 kejurun yaitu: Kejurun Bukit yang mula-mula berkedudukan di Bebesan, kemudian dipindahkan ke kebayakan yang tidak jauh dari Bebesan. Selanjutnya terbentuk kejurun Linge yang berkedudukan di daerah Gayo Linge. Kejurun Siah Utama yang berkedudukan di kampung Nosar di pinggir Danau Laut Tawar; dan berdiri kejurun Petiamang yang berkedudukan di Gayo Lues.
Lama kemudian setelah berdirinya keempat kejurun di atas, baru berdiri pula kejurun kelima yaitu kejurun Bebesan yang berkedudukan di Bebesan di tempat kedudukan kejurun Bukit semula. Keenam berdiri kejurun Abuk di daerah Serbejadi. Di daerah Tanah Alas berdiri 2 kejurun yaitu kejurun Batu Mbulen yang berkedudukan di Batu Mbulen dan kejurun Bambel yang berkedudukan di Bambel.
Keempat kejurun di daerah Gayo Laut, Gayo Linge, dan Gayo Lues yaitu kejurun Bukit, kejurun Linge, kejurun Siah Utama dan kejurun Patiamang mendapatkan pengesahan dari Sultan Aceh. Demikian juga halnya dengan 2 kejurun di Tanah Alas, kedua-duanya mendapat pengesahan dari Sultan Aceh, tetapi kejurun Bebesan dan kejurun Abuk tidak mendapatkan pengesahan dari Sultan Aceh.
Berdirinya kejurun Bebesan seperti yang diterangkan di atas, adalah akibat dari kedatangan orang-orang Batak Karo ke 27 ke Tanah Gayo. Antara kejurun Bukit dengan Batak Karo 27 terjadi suatu perselisihan, yang mengakibatkan terjadinya peperangan antara kedua belah pihak. Peperangan berakhir dengan kemenangan di pihak Batak 27 dan kekalahan kejurun Bukit. Dalam suatu perundingan damai, akhirnya kedudukan kejurun Bukit terpaksa dipindahkan dari Bebesan ke Kampung Kebayakan. Sedang di Bebesan didirikan Raja Cik Bebesan yang berkedudukan di Bebesan yang dipimpin oleh Lebe Kader yaitu pemimpin pasukan Batak Karo 27, yang menguasai daerah-daerah sekitarnya, dan membagi dua daerah kejurun Bukit. Setengah untuk kejurun Bukit dan separuh untuk Raja Cik (penghulu) Bebesan. Raja Cik Bebesan inilah yang kemudian berkembang dan menjadi Kejurun Bebesan sampai kedatangan Belanda tahun 1904 (M.H. Gayo 1990:25).
Menurut cerita orang-orang Gayo dahulu, kelompok Cik berasal dari orang-orang Batak Tapanuli. Orang-orang Batak Tapanuli ini lebih popular disebut dengan Batak ke 27 seperti asal-usul orang-orang dari kampung Bebesan (Melalatoa, 1971:92). Pada waktu yang lampau mereka berasal usul dari 27 orang Batak Tapanuli yang datang ke Aceh Tengah.
Menurut cerita, orang-orang Batak Tapanuli ini kebanyakan dahulu bertempat tinggal dikampung yang sekarang disebut Bebesan. Karena kedatangan Batak Tapanuli ini ke kampung Bebesan, maka orang-orang Kebayakan kemudian mengungsi dari kampung Kebayakan. Orang-orang Batak Tapanuli ke 27 ini sebagian menikmati tinggal di kampung Kebayakan tadi, yang kemudian mereka menetap di Kampung Bebesan.
Selanjutnya orang-orang Bukit yang berasal dari orang-orang pantai Utara Aceh, seperti orang-orang dari kampung Kebayakan tadi. Menurut Melalatoa, orang-orang kampung Bebesan dan orang-orang kampung Kebayakan mempunyai asal-usul yang sama. Karena kedua-duanya masih mengenal Belah atau Klen, walaupun demikian nama-nama belah atau Klen itu tidaklah sama. Karena Belah merupakan Klen besar dari pengaruh perkembangan Sedere. Diantara mereka masih merasa dirinya mempunyai satu keturunan yang sama, satu masa lampau yang sama, dan satu sistem sosial yang sama pula.
Jika diperhatikan dari segi perbedaan adat istiadat, maka akan tampak pula pada segi keseniannya, seperti kesenian Didong dan Pacuan Kudanya yang diselenggarakan hampir setiap tahun, yang pada umumnya bertepatan dengan bulan Agustus untuk merayakan hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Pertandingan Didong dan Pacuan Kuda ini baru dianggap meriah apabila sudah berhadapan antara kesebelahan Cik yang diwakili oleh kampung Bebesan dengan kesebelasan kampung Bukit yang diwakili oleh kampung Kebayakan.
Dengan adanya asal-usul yang berbeda antara Cik dan Bukit, maka dapat diperkirakan bahwa etnik Gayo berasal dari kedua asal-usul tadi, yaitu dari Batak Tapanuli dan dari Pesisir Aceh bagian Utara. Dalam waktu yang cukup lama migrasi lokal antara kelompok Cik dan Bukit berlangsung secara Evolutif. Demikian juga dalam perkawinan campuran antara keduanya sering kali terjadi. Seiring dengan hal tersebut, maka akulturasi di bidang adat-istiadat dan kehidupan sosial ekonominya mempunyai pola yang sama pada masyarakat Gayo di Aceh Tengah, walaupun di sana-sini masih terdapat perbedaan.

Sumber Rujukan
Ical. 2009. Sejarah Gayo Lues. http://ical88.multiply.com/?&show_interstitial=1&u=
Lidahtinta. 2009. Keragaman dan Kekayaan Etnis Alas. http://lidahtinta.wordpress.com/2009/07/28/keragaman-dan-kekayaan-etnis-alas/
Rusdi Sufi dkk. 1998. Keanekaragaman Suku dan Budaya di Aceh. Banda Aceh: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.
Zulfikar Arma. 2009. Struktur Pemerintahan Raja Gayo Lues Pra-Penjajahan Belanda.

Thursday, April 27, 2017

INEN MAYAK TRI 2

INEN MAYAK TRI 2
Perasaan Inen Mayak Tri dapat dimaklumi baru kawin ditinggal berlama-lama, aduh …Keinginan Inen Mayak Tri terkabul juga. Ada kawan Aman Mayak, pulang kampung ke Pining. Kepada kawan ini ditanyakan perihal Aman Mayak. Didapat kabar bahwa Aman Mayak telah gugur di Idi dan dikuburkan secara baik-baik. Mendengar kabar ini hati Inen Mayak Tri hancur, berhari-hari makan tak menentu, tidur tidak nyenyak, sukar diajak bicara.
Orang menduga Inen Mayak Tri sudah agak mereng, hampir kehilangan akal sehat. Setelah “nujuh” suaminya, Inen Mayak Tri memberanikan diri meminta izin kepada orang tua, mertua, dan jema opat, agar dia (Inen Mayak Tri) diizinkan bersabung nyawa ke Idi. Jema opat tidak mengizinkan dan dianjurkan agar berlatih perang di Pining saja sebab dapat diduga Belanda pasti datang ke daerah Pining. Inen Mayak Tri tidak berkecil hati dan secara sungguh-sungguh berlatih terus menggunakan senjata perang dengan satu tekad, ESA HILANG, DUA TERBILANG.
Pada penghujung tahun 1898, Inen Mayak Tri bergembira bukan kepalang, mengetahui bahwa Belanda akan datang ke daerah Pining. Benar Belanda datang di bawah pimpinan Kapten Colijn, mengejar T. Tapa. Pasukan Pining di bawah pimpinan Datok Pining Tue, dibantu oleh Inen Mayak Tri, menyambut pasukan Belanda di Tingkem. Begitu Belanda datang, pasukan Pining menyambut mereka, dari sore hingga tengah malam mereka bersabung nyawa, Inen Mayak Tri mengamuk sejadi-jadinya dan berhasil melukai serdadu Belanda, sungguhpun dia juga terluka. Malam itu juga pasukan Belanda mundur, dan pasukan Pining kembali ke Pining.
Enam tahun kemudian Belanda datang lagi tepatnya 12 Pebruari 1904, di bawah pimpinan Kapten C. LECHLEINER dari Kuala Simpang. Belanda disambut pasukan Pining lagi di Tingkem, Inen Mayak Tri sekali lagi bersabung nyawa dan kapten ini tertetak, kedua tangannya hampir putus dan malam itu juga dibawa kembali ke Kuala Simpang. Diyakini kapten ini ditetak oleh Inen Mayak Tri. Pasukan Pining ada yang kembali ke Pining dan ada juga yang masuk hutan. Inen Mayak Tri yang sempat luka-luka, dibawa ke dalam hutan, diobati dan beberapa tahun kemudian meninggal secara normal. Di mana kuburnya, hanya pasukan Pining yang tahu.
Disarikan dari karangan :
Kapten Herman Agerbeek Komandan Divisi I Marsose Blangkejeren, dalam kisah :
MEMORI AKHIR JABATAN TAHUN 1925
Oleh : Drs. H. M. SALIM WAHAB

Wednesday, April 26, 2017

INEN MAYAK TRI

INEN MAYAK TRI
Pada penghujung perang Belanda di Aceh, tahun 1890 an, Aceh bagian utara dan timur semakin bergejolak dengan seru. Belanda semakin menambah kekuatannya, dalam usaha mengejar srikandi Cut Meutia di Aceh bagian utara dan T. Tapa di Aceh bagian timur, tepatnya di Idi dan Peureula. Bahkan T. Tapa pernah merebut kota Idi dari tangan Belanda. Pada siang hari keadaan aman-aman saja, tetapi pada malam hari serangan tidak pernah berhenti. Keadaan tentara Belanda sama dengan seekor monyet yang diikat di tiang, kekuasaannya hanya sepanjang tali pengikat sekitar tiang ikatan.

 Akhirnya Belanda berkesimpulan, bahwa T. Tapa harus dikejar ke pedalaman, ke daerah Kejurun Abok dan sekitarnya. Operasi militer harus digencarkan dari arah Idi/Peureula, dan dari arah tamiang. Daerah kekuasaan T. Tapa harus dipersempit dan rakyat di sekitar Kekejuruan Abok harus diambil hatinya agar memihak Belanda atau diintimidasi.
Keadaan jadi terbalik. Kalau dulu yang menyerang pasukan T. Tapa dan Belanda bertahan, sekarang pasukan Belanda yang menyerang dan pasukan T. Tapa bertahan, atau berpindah-pindah tempat. Dalam keadaan seperti ini taktik Belanda agak berhasil. Banyak daerah, penduduknya memihak Belanda, memusuhi pasukan T. Tapa dan sebaliknya banyak pejuang yang meninggalkan kampungnya, bergabung dengan pasukan T. Tapa, bergerilya dari satu daerah ke daerah lain.
Dari sekian banyak pemuda yang bergabung dengan pasukan T. Tapa adalah seorang pemuda yang bernama Hasan. Hasan ini baru kawin dengan seorang pemudi yang bernama Tripah, yang di Gayo disingkat saja dengan pangilan Tri. Sesuai dengan adat Gayo, nama Hasan seolah-olah hilang berganti Aman Mayak, sedangkan Tripah menjadi Inen Mayak, untuk julukan orang yang baru kawin. Untuk membedakan dengan Inen Mayak yang lain, maka nama Inen Mayak Tripah jadi dipanggil singkat saja INEN MAYAK TRI. Pasangan yang baru kawin ini berasal dari Pining.
Mobilisasi tadi terjadi tahun 1898, di seluruh kampung dalam Kekejuruan Abok. Pemuda yang mendaftar, pada umumnya bersenang hati, dapat berperang dengan kafir, dan kalaupun mati, mati syahid namanya. Aman Mayak bergabung dengan pasukan Pining, dan dikirim latihan perang ala kadarnya ke Lukup. Dari Lukup baru dilatih perang di sekitar Peureula dan Idi.
Wajib militer tidak ditentukan batas waktunya. Bagi yang sudah berkeluarga diberi cuti pulang kampung setiap 6 bulan bila memungkinkan. Aturan ini diberitahu kepada famili di kampung sebelum berangkat. Demikianlah, setelah 6 bulan berlalu, AMAN MAYAK, belum juga pulang. Kabar tidak ada, pun setelah 12 bulan belum juga pulang, Inen Mayak Tri mulai was-was, jangan-jangan………………… kabar tidak ada kawan suami tidak ada yang pulang, mau ditanya kepada orang tua dan atau mertua malu

Monday, March 6, 2017

Pos-pos Rute Louser

Pos-pos Rute Louser

Kayu Manis I
N3º 56’ 24.6” E97º 12’ 22.1”
2828 m dpl
Kayu manis satu ini berupa sebauh dataran kecil yang bisa menampung dua tenda sedikit terbuka dan berada di gigiran sebuah jurang, dari sini puncak-puncak pegunungan Leuser jelas terlihat. Disini ada sumber air namun sumber air ini dimusim kemarau akan mongering. Dari sini perjalanan terus melipiri punggunan dan mananjak naik, kemdian turun dan kemudian sampai di Kayu Manis II.

Kayu Manis II
N3º 56’ 26.1” E97º 11’ 43.5”
2769 m dpl
Kayu Manis II ini lebih kecil dari kayu manis I dan biasanya dipakai pendaki untuk beristirahat sejenak karena letaknya yang tanggung antara Kayu Manis I dan Kayu manis II. Selepas kayu manis II ini jalan setapak kembali menurun dan kemudian menanjak cukup tajam menuju puncak Kayu Manis III.

Kayu Manis III
N3º 56’ 12.4” E97º 11’ 18.9”
2631 m dpl
Kayu Manis III berupa sebuah puncak bukit yang terbuka dan cukup luas menampung 5 tenda, sumber air tidak ditemukan di puncak ini. Pemandangan masih bisa lepas melihat puncak-puncak pegunungan Leuser. Dari sini kemudian jalan setapak menurun tajam kemudian memasuki hutan berlumut yang basah, dan pohon-pohon rubuh yang melintang di tengah jalan. Jalur trekk yang basah dan berhumus tebal terus menurun curam hingga sampai pada sebuah daerah lembah dan disini terdapat pos yang disebut dengan Pos Lintasan Badak.

Pos Lintasan Badak
N3º 55’ 31.5” E97º 10’ 58.9”
2348 m dpl
Pos ini berada di sebelah kiri jalan setapak, lahan terbuka dan cukup lebar untuk memuat tiga hingga emapt tenda. Di lokasi ini terdapat sumber air genangan hasil rembesan dari pepohonan sekitarnya, ini menyebabkan air nya berwarna coklat namun bisa untuk diminum, sebaiknya jangan diminum mentah. Kemudian jalur setapak dari pos ini kembali menuntun kita memasuki hutan yang dikenal dengan sebutan hutan Papanji, di hutan ini menurut informasi populasi Harimau Sumatera masih cukup banyak dan sering terlihat, ada baiknya para pendaki berjalan berkelompok sewaktu melewati hutan ini. Keadaan jalan setapaknya menanjak dan hutannya lembab, banyak ditumbuhi oleh rotan berduri. Keadaan seperti ini terus berlangsung hingga sampai di Pos Papanji
Pos Papanji
N3º 54’ 33.3” E97º 10’ 23.4”
2435 m dpl
Pos Papanji ini berada persis di jalan setapak di dalam rapatnya hutan Papanji, sebuah dataran tanah yang kecil dan hanya bisa menampung dua buah tenda. Di atas sedikit dari pos ini terdapat sebuah sumber genangan air. Sebaiknya mengambil air jangan diwaktu magrib dan pagi hari sekali karena menurut informasi jam-jam tersebut adalah jam nya Harimau Sumatera untuk minum. Dari pos Papanji ini jalur terus mendaki keadaan hutan masih rapat dan hingga sampai di derah puncak papanji jalan setapak berbelok kekiri dan kemudian melipiri punggungan menurun. Setelah melewati sebuah tanjakan tak lama kemudian sampai di sebuah padang rumput yang luas, jalan setepak terus membelah padang rumput ini yang banyak dijumpai aneka vegetasi yang beraneka ragam.
Pos Padang Rumput
N3º 53’ 41.7” E97º 08’ 40.9”
2405 m dpl
Pos Padang Rumput ini berada persis ditengah padang rumput dengan pemandangan pegunungan leuser dan lembah sungai alas. Cukup luas untuk mendirikan beberapa tenda, ada sumber air yang merupakan sebuah lubang yang sengaja di gali. Kemungkinan juga pada musim kemarau sumber air ini akan hilang. Dari Pos Padang rumput ini jalan setapak terus menurun menempuh padang rumput yang terbuka, kemudian turun menyeberangi sebuah sungai kecil dan kembali mendaki beberapa bukit yang terbuka dan akhirnya bertemu dengan sungai Alas. Sungai ini sangat berbahaya di musim hujan karena banjir bandangnya datang dengan tiba-tiba, jika terjadi banjir banding maka akan susah menyeberanginya, pendaki akan terpaksa harus menunggu sampai airnya surut. Setelah menyeberangi sungai Alas maka akan sampai di pos Camp Alas.
Pos Camp Alas.
N3º 53’ 02.4” E97º 08’ 01.7”
2292 m dpl
Pos Camp Alas ini cukup luas persis berada dipinggir atas sungai Alas, cukup luas dengan hamparan rumput. Sering dijadikan camp bermalam oleh para pendaki. Daerah terbuka dan memiliki pemandangan yang cukup menarik dan air yang melimpah ruah. Dari Camp Alas jalur trekk kemudian berbelok ke kiri menanjak naik mendaki sebuah punggungan yang tidak begitu curam, medan masih terbuka, hanya tanaman perdu cukup banyak di jumpai, dan kemudian sampai di Pos Kuta Panjang.
Pos Kuta Panjang
N3º 52’ 18.8” E97º 08’ 13.3”
2455 m dpl
Pos Kuta Panjang berada di atas sebuah bukit berumput dan terbuka. Cukup luas untuk menampung beberapa tenda. Sumber air terdapat di bebapa tempat berupa genangan air yang terkumpul. Namun dimusim kemarau tentu akan sulit menemukan air disini mengingat bentuk konturnya yang cukup tinggi. Dari Pos Kuta Panjang ini jalur trek kemudian turun dan berpindah ke punggungan di sebelah kirinya menelusuri hutan naik terus punggungan tersebut dan akhirnya sampai di pos Kolam Badak
Pos Kolam Badak
N3º 51’ 10.1” E97º 08’ 13.8”
2730 m dpl
Pos Kolam Badak ini berada disebuah lereng punggunan bukit, disini terdapat sebuah telaga kecil yang dipenuhi oleh lumut kuning di pinggirnya, akan tetapi air nya bisa diminum dan posisi lokasi mendirikan tenda berjarak 10 meter dari telanga, cukup untuk mendirikan tiga buah tenda. Dari pos Kolam Badak ini jalur trek terus mendaki terjal melewati punggungan dan tumbuhan perdu, hingga terus melipiri bagian atas punggungan tersebut kemudian turun ke sebuah dataran yang cukup luas yang ditumbuhi tumbuhan perdu yang dikenal dengan sebutan Pos Bivak III
Pos Bivak III
N3º 49’ 50.1” E97º 08’ 29.2”
2976 m dpl
Pos Bivak III ini sebuah dataran terbuka dengan tumbuhan perdu, areal campnya berupa permukaan tanah yang cukup datar dan bisa memuat tiga buah tenda, namun di daerah ini tidak ada sumber air. Kalaupun ada hanya berupa genangan air. Trek dari Pos Bivak III ini berlanjut mendatar terus melipiri bagian atas rangkaian pungguan tadi dibagian kakan curang cukup dalam dan dibagian kirinya lebih ladai setelah melewati beberapa punggungan akhirnya sampai di Pos Camp Putri
Pos Camp Putri
N3º 49’ 10.7” E97º 09’ 28.4”
2934 m dpl
Pos ini berada didaerah terbuka, dengan pemandangan yang lepas kearah puncak Tanpa Nama, Puncak Loser dan Puncak Leuser yang terlihat membiru didepan mata. Dengan beralaskan rumput mendirikan tenda di daerah ini sangat mengasyikan dengan pemandangan alam yang disuguhkan. Sumber air disini juga berupa genangan air yang hanya ada di musim basah. Dari Pos Camp Putri ini, jalur treknya menuruni lembah menyeberang naik ke punggungan gunung Bivak III yang merupakan awal dari jejeran punggungan Puncak Tanpa Nama., setelah melewati pununggunan gunung Bivak III akhirnya sampai di Pos Bivak Kaleng
Pos Bivak Kaleng
N3º 49’ 12.2” E97º 10’ 44.1”
2927 m dpl
Pos bivak kaleng ini merupakan sebuah dataran tanah yang terbuka dan tidak begitu rata, cukup untuk menampung tiga buah tenda, dahulu di daerah ini banyak ditemukan bekas kaleng-kaleng makanan tentara Belanda, dan hingga sekarang masih ada sebagian yang tersebar di pinggiran semak-semaknya. Sumber air tidak ada disini hanya jika musim basah bisa ditemukan air genangan di beberapa tempat di daerah ini. Jalur setapak dari Pos ini berlanjut kembali memasuki hutan perdu menanjak cukup tajam. Dan kembali menyusuri bagian atas punggungan yang terbuka dengan tumbuhan perdunya. Terus melipiri medan tersebut dan di kanan jalan jurang menganga dalam. Kemudian sampai di Pos Bivak Batu.
Pos Bivak Batu
N3º 48’ 38.5” E97º 11’ 31.9”
2947 m dpl
Pos Bivak Batu ini berada persis diatas sebuah punggungan yang bisa memandang lepas puncak loser yang menyembul dibalik bukit yang ada diseberang lokasi pos ini. Pos ini sangat terbuka dan berada diatas lembah, pemandangan sangat indah dari pos Bivak Batu ini, sumber air hanya ada dimusim basah saja. Dari pos ini jalan setapak turun menyeberangi lembah kembali memasuki hutan yang cukup lebat pada dasar lembah ada sebuah sungai kecil yang harus diseberangi. Setelah melewati beberapa padang rumput kecil maka kita akan sampai di Pos Simpang Tanpa Nama
Pos Simpang Tanpa Nama
N3º 47’ 13.3” E97º 11’ 55.0”
3197 m dpl
Pos Simpang Tanpa Nama ini adalah sebauh persimpangan jalan, jika belok kiri maka jalur setapak akan mengantarkan kita ke Puncak Tanpa Nama, lurus akan terus menuju Puncak Leuser. Lokasi pos ini merupakan areal terbuka yang ditumbuhi rumput, sumber air juga hanya berupa genangan yang di gali dan sudah pasti hanya ada airnya di musim basah saja. Dari Pos ini jalur setapak menuju Leuser terus mengikuti punggungan bukit dan akhirnya turun ke sebuah padang rumput luas yang dikenal dengan sebutan Lapangan Bola.
Pos Lapangan Bola
N3º 46’ 20.6” E97º 11’ 19.6”
3126 m dpl
Lapangan Bola ini seperti namanya merupakan padang rumput yang luas sekali melebihi besarnya lapangan bola, sedikit lembab dimusim panas tanahnya dan menjadi rawa dimusim basah. Lokasi mendirikan tenda ada di ujung lapangan ini berada sedikit tinggi dari lapangannya sehingga tanahnya jauh lebih kering dan keras, untuk sumber air ada tidak jauh dari lokasi camp, sebelah kanan padang rumput agak kebawah sedikit. Dari pos Lapangan Bola, jalur trek terus berlanjut melipiri gigiran punggungan dan kemudin menanjak naik kesebuah punggungan hingga sampai dipuncak punggungan tersebut kita akan bisa melihat sosok megah puncak Loaser terpampang di depan mata, lokasi ini disebut juga dengan Gerbang Loser. Dari sini jalur trek menurun tajam kelembah kaki punggungan puncak Loser dan kemudian menanjak terus kearah kanan dan membelok ke bagian kiri, jalan setapaknya sudah bercampur dengan batu-batu granit, kondisi ini terus hingga mencapai Puncak Loser.
Puncak Loser
N3º 45’ 23.3” E97º 10’ 24.6”
3404 m dpl
Kondisi puncak Loser cukup luas, ada tiang trianggulasi sekundernya dan di arah barat dari tiang ini ada sebuah cerukan yang sering dijadikan tempat mendirikan tenda oleh pendaki. Dipuncak Loser tidak ada sumber air kecuali dimusim basah. Dari puncak ini kita bebas memandang kesegala arah termasuk puncak Leuser yang terlihat tegak berdiri di arah Barat Daya. Dari puncak ini jalur menuju puncak Leuser turun kearah selatan terus melipiri punggungan yang jurangnya curam disebelah kanan. Setelah melipiri jurang kemudian turun kelembah yang memisahkan punggungan puncak Leuser dengan bagian bukit dari punggungan puncak Loser.
Puncak Leuser
N3º 44’ 29.4” E97º 09’ 17.8”
3143 m dpl
Puncak Leuser tidak terlalu luas, tidak ada tiang trianggulasi di puncak ini. Puncak yang menempati urutan ketiga tertinggi di kawasan pegunungan Leuser ini lebih popular dari pada puncak tertinggi pegunungan ini yaitu puncak Tanpa Nama. Jika cuaca cerah kita bisa melihat dengan jelas hamparan pegunungan Leuser ini dan sayup-sayup diarah Barat tampak pantai barat Aceh dengan kota-kota pelabuhannya.
Dari Cacatan Pendaki Louser

Thursday, February 16, 2017

Jenis Anggrek di Gayo Lues

Jenis Anggrek di Gayo Lues
Phalaenopsis
Dendrobium
Cymbidium
Vanda
Cattleya
-Salah satu jenis anggrek yang bersifat epifit, ciri khas

Monday, September 26, 2016

Lirik Lagu Perueren

Lirik Lagu Perueren

Penyanyi/Vocal: Sakdiah
Pencipta/Cipt : Zul Dewantara

Pora-pora naku ku bayangên i pêruêrên
(Pora-pora naku ku bayangên i pêruêrên)
Ku kôrô bêrmanat…..
Caweng gonok gampang cacak aku bêrmanat
Aku bêrmanat kêrna male ulak
Môrôm kô ku tômpôkên
Kê gaeh aku purên môrôm lagu kentes…..

Bêta-bêta manat pêmulô mujulê kôrô
(Bêta-bêta manat pêmulô mujulê kôrô)
Pêruêrên atas…..
Ganas kulê i uêr munêhên pêgêr
Munêhên pêgêr ênti bêlidê remes
Gêlah êkeng pêgêr i ikot
Ênti kase bêrsêmêt ôrôm kuêl bêrkekes…..

Bêbêru mampat bêrsubang
Bêbujang mampat bêrkêres
Ë têtuê mampat bêrawes
Bêbêru mampat bêrsubang
Bêbujang mampat bêrkêres
Ë têtuê mampat bêrawes

Asar-asar atas taer kô ulak kaôl ôrôm kucak
(Asar-asar atas taer kô ulak kaôl ôrôm kucak)
Ênti bêrulon pantas…..
Gêlah kini ku uêr sêlalu i sône mênggugu
I sône mênggugu dêrong bêrlapes
Kat lêlah si kucak mudê
Si kêrna kôrô tuê lêmêm kati êmes…..

Bêbêru mampat bêrsubang
Bêbujang mampat bêrkêres
Ë têtuê mampat bêrawes
Bêbêru mampat bêrsubang
Bêbujang mampat bêrkêres
Ë têtuê mampat bêrawes
Bêbêru mampat bêrsubang
Bêbujang mampat bêrkêres
Ë têtuê mampat bêrawes

Sunday, September 25, 2016

Sene i Ujung Kampung 3

Sene i Ujung Kampung
Lemu empu ni tanuk kude kekapilen
Modele si nantin gere sawah-sawah
Kadang lelawah peregang i pintu... hehehe
Musaut miyen suyen aku pemulen we I sesuk
dalih bersere ku kayu dodoh..
dalih berlongoh ku kayu mate.
Kiset dih kite bercempala uit
Silo o osah lang i jangkit
atang buruk ken tetinyelen...
Osop nangal buh ceras...
Sengkaran tereten tempat e
Gagayang I atas pejunte...
Ume salah ni koro muremak ni uer
Ari karna peger si nge rege...
Nangin Renye Nangin Tengah Ara Benyang, Nuang Renye Nuang Tengah Ara Kuyu
Kerna lang ni lo ngesawah bang waktu sijeroh ketike sibise, antara kite male muniro maaf si urum ampun kukulurege, rakan sebet dengan sudere.
Ringen ne gere male kulelayang, berat e gere male kutetatang
Ume ari jais urum bies, kerna alihku si kurang rantol, langkahku sikurang naru, kadang gere sempat kujurahan pumu muniro maaf kuseni ni ruesmu.
O... kuyu siberemus sawahan peri urum kesah alus, kadang ara ate singe metus, urum perasaan singe salah urus.
KUTIRO MA'AF KUKULUREGE, RAKAN SEBET SERTA SUDERE URUM ATE SITULUS
sunguh pedih sikerna ujudte besipeb bahru ntalu ke salah sepak renalab ke salah gerdak nosah ke salah sintak ku kaum biak ni ama ku kulerge ni ine lebih urum kurang ku tatangan jejari ku si sepuluh sebelas urum kepala satu

Ko ume ulama, akupeh ume tengku. Ike pemetihen orok saka, dalih kite kaji sawah ku uku
Mubilang mulangkah-langkah, besorah gere beganti. Beminsel cerak berakah, nge beperngah pintu numah gibekunci

Sunday, June 26, 2016

Pesona Rerebe

Pesona Rerebe
Air Terjun Rerebe, Wisata Gayo Lues
Air Terjun Rerebe By TIC Gayo Lues

Air Terjun Rerebe, Wisata Gayo Lues Pesona Alam
Air Terjun Rerebe By TIC Gayo Lues

Air Terjun Rerebe, Wisata Gayo Lues Pesona Alam
Pesona Rerebe By TIC Gayo Lues

Air Terjun Rerebe, Wisata Gayo Lues Pesona Alam
Air Terjun Rerebe By TIC Gayo Lues

Wednesday, June 22, 2016

Peraturan Pemerintah Gaji 13 dan 14 Tahun 2016

Peraturan Pemerintah Gaji 13 dan 14 Gaji 14 dan Gaji 13 PNS, TNI, dan Polri Tahun 2016 Seperti sudah diberitakan sebelumnya, dan juga pernah saya tuliskan dalam sebuah postingan, bahwa tidak ada kenaikan gaji pokok PNS, TNI, dan Polri di tahun 2016. Kenaikan gaji Pokok PNS, TNI dan Polri sudah resmi digantikan dengan adanya Gaji Ke 14 Setelah menunggu lumayan lama dan banyak juga yang khawatir kalau gaji 13 dan gaji 14 tidak cair, akhirnya terbit juga PP Nomor 19, 20, 21, dan 22 Tahun 2016 yang mengatur mengenai pembayaran Gaji 13 dan Gaji 14/THR PNS, TNI, Polri, Pejabat Negara, Pensiunan, Penerima Tunjangan, Pimpinan dan Pegawai Non PNS pada LNS. Telah terbit juga Juknis Pembayaran Gaji 13 dan 14 atau THR PNS TNI dan Polri berupa PMK 96, 97, 98, dan 99 Tahun 2016
DOWNLOAD
pp-20-2016 THR
DOWNLOAD
pp-20-2016 THR
DOWNLOAD
PP 19 Tahun 2016 - Gaji 13 PNS
DOWNLOAD
PP 19 Tahun 2016 - Gaji 13 PNS

Sunday, June 19, 2016

Ramadhan 2016 14 Juni 2016 Diaryku

Ramadhan 2016 14 Juni 2016 Diaryku
14 Juni 2016
Walau melelahkan dengan jarak tempuh yang begitu jauh Gayo Lues-Medan selama 8 Jam, akhirnya sahur di bandar baru pukul 3.00 dan lanjut ke medan tiba pukul 5.30 stay di carefor Medan di stasium DAMRI lanjut ke Kuala Namo Medan, dengan rasa ngantuk lansung cekin di Batik Air untuk keberangkatan Jam 9.15
tiba di bandara hHalim perdana Kusuma Tepat pukul 12.15 lansung menuju Juanda di Hotel Amaris
istirahat sambil menunggu berbuka
Pukul 7.30 lansung menuju masjid Istiqlal bersama sahabat dari pemda Bener Meriah..
dan Untuk selanjutnya akan di perbaiki....post nya..terima kasih
KampungGayo Tarawih Istiqlal_Mahfud MD-Islam Anti Korupsi
Tarawih Istiqlal_Mahfud MD-Islam Anti Korupsi

KampungGayo Jamaah Tarawih Istiqlal_Mahfud MD-Islam Anti Korupsi
Jemaah Tarawih_Masjid Istiqlal

Saturday, June 11, 2016

Pecinta Hammock 1000 Bukit 12 Juni 2016

Pecinta Hammock 1000 Bukit 12 Juni 2016
gayo lues,hammock
Add caption
Hallo hammockers, join yuk bareng kita ngumpul meramaikan acara dari kita dan untuk kita, hari minggu 12 Juni 2016 jam 10 s/d selesai. Kegiatan yaitu hunting photo, ngumpul bareng, ngabuburit, nyatai di hammock di belang tasik, bagi teman2 abang2 kakak2 bisa datang ramai2 mengikuti kegiatan kami yaitu save our trees heheheh, semoga semua datang ya, biar ramai biar akrab. Salam Ramdhan

Friday, June 10, 2016

PERKA BKN NOMOR 6 TAHUN 2016 - PELAKSANAAN PENGALIHAN PNS KAB-KOTA JF PENYULUH KB DAN PETUGAS LAPANGAN KB MENJADI PNS BKKBN

Kampung Gayo Penyuluh KB Gayo Lues Blangkejeren
PERKA BKN NOMOR 6 TAHUN 2016 - PELAKSANAAN PENGALIHAN PNS KAB-KOTA JF PENYULUH KB DAN PETUGAS LAPANGAN KB MENJADI PNS BKKBN
Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) dalam proses menjadi pegawai Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat dan Provinsi PERKA BKN NOMOR 6 TAHUN 2016, saat ini dalam proses inventarisasi. "PLKB dan PKB ini kan nantinya akan ditanyakan kesediaannya untuk ditarik ke pusat. Kadang ada juga yang tidak bersedia.
    Jadwal inventarisasi PLKB dan PKB hingga Maret 2016 mendatang oleh Pemerintah Daerah masing-masing. Sedangkan penyerahan ke BKKBN pusat paling lambat Oktober 2016.
"Untuk PLKB dan PKB yang ditarik ke pusat ini belum tahu berapa banyak. Karena kan belum dilaporkan, masih inventarisasi," nantinya pada Januari 2017 PLKB dan PKB ini ditetapkan menjadi pegawai pusat dan akan dibuka rekruitmen baru di BKKBN pusat. Pengelolaan PLKB dan PKB akan dilakukan di BKKBN pusat, dan pendayagunaanya untuk di daerah.

DOWNLOAD 
DOWNLOAD

Thursday, June 9, 2016

Persyaratan Pensiun TASPEN

Persyaratan Pensiun TASPEN
Pembayaran Pensiun Pertama :
Formulir SP4 A + 1 lembar foto copy nya yang telah diisi dan di tanda tangani pemohon
Asli + foto copy SK Pensiun berpasfoto 2 Lembar
Tembusan SK Pensiun berpasfoto untuk PT. Taspen (Persero)
SKPP Asli + lembar kedua yang diterbitkan oleh KPPN/Pemda + 1 Lembar foto copy
Foto copy SK pengangkatan Pertama /Calon pegawai 2 lembar
Foto copy Kartu Pegawai (Karpeg) + Kartu Peserta Taspen (KPT) masing masing 2 lembar
Asli + 1 Lembar foto copy surat keterangan Sekolah/kuliah yang masih berlaku ( tahun ajaran terakhir) bagi anak tertunjang yang umurnya 21 -25'
tahun dan Surat keterangan belum pernah menikah dan belum bekerja disahkan serendah rendahnya Lurah/ Kepala Desa + 1 lembar foto copy
Apabila pensiun bulanan dibayar melalui bank, melampirkan :

Foto copy buku rekening bank sebanyak 2 lembar ( untuk kantor bayar pensiun ditunjuk beberapa kantor bayar yaitu BRI, BPD, BTPN, Kantor Pos,)
Formulir SP3 R + 1 Lembar foto copy nya
Pasfoto terbaru pemohon ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar
Pasfoto terbaru suami/isteri pemohon ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
Foto copy KTP Pemohon yang masih berlaku 2 lembar
Foto copy NPWP sebanyak 2 lembar
Apabila :
Suami/isteri pemohon adalah PNS, melampirkan fotocopy daftar gaji terakhir suami/istri 2 lembar
Suami/Isteri pemohon adalah Pensiunan, melampirkan foto copy Kartu Identitas Pensiun ( KARIP) sebanyak 2 lembar

Tuesday, June 7, 2016

JKK – PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA PNS

JKK – PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA 
PENGERTIAN
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) adalah perlindungan atas resiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berupa perawatan, santunan, dan tunjangan cacat. 
KEPESERTAAN
Peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
a. Calon PNS dan PNS kecuali PNS Kementerian Pertahanan.
b. PPPK.
c. Pejabat Negara.
d. Pimpinan / Anggota DPRD. 
Kepesertaannya :
Bagi ASN dan Pejabat Negara yang diangkat dan dibayarkan gajinya pada atau sebelum 1 Juli 2015, kepesertaanya terhitung mulai tanggal 1 Juli 2015. 
IURAN
Iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar 0,24% x Gaji Peserta perbulan ditanggung oleh pemberi kerja. 
MANFAAT JAMINAN KECELAKAAN KERJA (JKK)
Perawatan
a. Pemeriksaan dasar dan penunjang.
b. Perawatan tingkat pertama dan lanjutan.
c. Rawat inap kelas 1 Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta yang setara.
d. Perawatan intensif.
e. Penunjang diagnostik.
f. Pengobatan.
g. Pelayanan khusus.
h. Alat kesehatan dan Implant.
i. Jasa dokter dan medis.
j. Operasi.
k. Transfusi darah.
l. Rehabilitasi medik.
Santunan
a. Penggantian biaya pengangkutan peserta yang mengalami kecelakaan kerja ke Rumah Sakit dan atau ke rumahnya, termasuk biaya pertolongan pertama pada kecelakaan.
b. Santunan sementara akibat kecelakaan kerja.
c. Santunan cacat sebagian anatomis.
d. Santunan cacat sebagian fungsi.
e. Santunan cacat total tetap.
f. Santunan kematian.
g. Biaya pemakaman.
h. Penggantian biaya rehabilitasi berupa alat bantu (orthese) dan atau alat ganti (prothese) bagi peserta yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat kecelakaan kerja.
i. Penggantian biaya gigi tiruan.
j. Uang Duka Tewas.
k. Bantuan beasiswa.
Tunjangan Cacat
Tunjangan cacat diberikan kepada peserta dengan ketentuan mengalami cacat, diberhentikan dengan hormat sebagai PNS atau diputus hubungan kerja sebagai PPPK karena cacat. 
TATA CARA PENGAJUAN MANFAAT JAMINAN KECELAKAAN KERJA (JKK)
1. Apabila terjadi kecelakaan kerja, Peserta /Ahli waris / Instansi wajib melaporkan kejadian kepada PT TASPEN (PERSERO) paling lambat 3 x 24 jam, dilengkapi dengan Formulir Kecelakaan Kerja Tahap I (Form TASPEN-1) diketahui oleh kepala unit kerja/Instansi.
2. Peserta/Ahli waris/Instansi wajib menyampaikan Laporan Kecelakaan tahap II (Form TASPEN-2) kepada PT TASPEN (PERSERO) berdasarkan Surat Keterangan Dokter (Form TASPEN-3).
Perawatan
Apabila peserta dinyatakan sembuh menyampaikan Laporan Kecelakaan Kerja tahap II, dilengkapi persyaratan sebagai berikut:
a. Formulir Permintaan Pembayaran.
b. Surat dari Dokter (TASPEN-3).
c. Surat Rujukan Dokter (apabila memerlukan perawatan lebih lanjut).
d. Surat Perintah Tugas / Surat Pernyataan dari Pimpinan Instansi / Surat Keputusan Pejabat yang berwenang.
e. Surat atau Berita Acara dari Pejabat yang berwajib.
f. Foto copy KTP Pemohon.
g. Foto copy Buku Tabungan (apabila pembayaran melalui transfer).
h. Kwitansi biaya perawatan dari rumah sakit / puskesmas/klinik yang distempel rumah sakit / puskesmas/klinik dan kwitansi pengangkutan.
Perawatan oleh Rumah Sakit yang ber-PKS dibayarkan kepada Rumah Sakit.
Perawatan diluar Rumah Sakit yang ber-PKS dibayarkan kepada Peserta/Ahli waris.
Pengajuan ini tidak boleh lebih dari 2 tahun terhitung sejak terjadinya kecelakaan.
Santunan Kematian Kerja
Apabila peserta dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang merawat, Laporan Kecelakaan Kerja Tahap II (Form TASPEN-2) dilampiri persyaratan sebagai berikut :
a. Formulir Permintaan Pembayaran.
b. Foto copy Surat Kematian.
c. Foto copy Surat Nikah / Surat Keterangan Ahli Waris.
d. Foto Copy Surat Keputusan Tewas.
e. Surat Keterangan Dokter (Form TASPEN-3)
f. Kwitansi biaya – biaya (biaya pemakaman, biaya rehabilitasi, biaya gigi tiruan).
g. Foto copy KTP Pemohon.
h. Foto copy Buku Tabungan (apabila pembayaran melalui transfer).
i. Surat Keterangan Sekolah (apabila masih terdapat tunjangan anak berusia 21 s.d. 25 tahun, belum bekerja, belum menikah/pernah menikah.
Santunan Cacat
Mengalami cacat sebagian, persyaratannya adalah sebagai berikut :
a. Formulir Permintaan Pembayaran.
b. Laporan Kecelakaan Kerja tahap II.
c. Surat Keterangan Dokter (TASPEN-3) yang menerangkan keadaan cacat sebagian selamalamanya.
d. Foto copy KTP Pemohon.
e. Foto copy Buku Tabungan (apabila pembayaran melalui transfer).
Mengalami Cacat Total Tetap, persyaratannya adalah sebagai berikut :
a. Formulir Permintaan Pembayaran.
b. Laporan Kecelakaan Kerja tahap II (Form TASPEN-2)
c. Foto copy Surat Keputusan Pemberian Tunjangan Cacat/ Surat Pemutusan Hubungan Perjanjian Kerja sebagai PPPK karena cacat.
d. Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP).
e. Surat Keterangan Dokter (TASPEN-3)
f. Foto copy KTP Pemohon.
g. Foto copy Buku Tabungan (apabila pembayaran melalui transfer).
Pengajuan pembayaran Klim manfaat JKK oleh Peserta atau ahli waris dilakukan paling lambat 2 (dua) tahun sejak terjadinya kecelakaan.

http://www.taspen.com

Monday, June 6, 2016

ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN

Adapun check list berkas PNS sebagai berikut :
1   SK Pengangkatan sebagai CPNS (80 %)
2   SK Pengangkatan sebagai PNS (100 %)
3   Kartu Pegawai (Karpeg)
4   Karis / Karsu
5   Taspen
6   Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT)
7   SK Sumpah / Janji PNS
8   SK Pengangkatan / Pemberhentian ke / dari Jabatan (Struktural / Fungsional)
9   SK Pelantikan
10 Surat Pernyataan Menduduki Jabatan (SPMJ)
11 Surat Pernyataan Pelantikan
12 Berita Acara Pengambilan Sumpah dan Jabatan
13 SK Kenaikan Pangkat Terakhir
14 Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) terakhir
15 SK Hukuman Disiplin
16 SK Penyesuaian Masa Kerja
17 SK dipekerjakan / diperbantukan pada instansi lain
18 SK pindah dari wilayah / instansi asal
19 SK Tanda Kehormatan / Jasa / Penghargaan
20 Ijazah kursus
21 Ijazah Pendidikan Formal :
    a. SD / MI
    b. SMP / MTS
    c. SMA / SMK / MA
    d. Sarmud (D1, D2, D3)
    e. S1
    f. S2
    g. S3
22 Ijazah Pendidikan Struktural :
    a. Sertifikat Prajabatan
    b. Sertifikat Adum / Spada
    c. Sertifikat Adumla / Spala
    d. Sertifikat Spama / Spadya
    e. Sertifikat Spamen / Sespa
    f. Spati
    g. Lemhanas
23 Surat Izin Belajar
24 Surat Tugas Belajar
25 SK Pemberhentian sementara / daftar tunggu
26 SK KGB terakhir
27 Surat Nikah
28 Kartu Keluarga + KTP
29 Kartu Peserta Askes
30 Surat Kematian Istri / Suami / Anak
31 Surat Izin Perceraian / Perkawinan
32 SK Pengangkatan / Pemberhentian sebagai pejabat negara
33 SK Penggantian Nama
34 SK Penetapan Angka Kredit / Fungsional
35 SK Pengaktifan kembali dari Pemberhentian sementara
36 Surat Keterangan untuk pembayaran tunjangan Keluarga (KP4)
37 Kartu Peserta Askes
38 NPWP
39 Foto copy Buku Tabungan

Wednesday, June 1, 2016

Sunday, May 29, 2016

Cara Menghitung Pajak Gaji Secara Manual

Cara Menghitung Pajak Gaji Secara Manual

SECARA MANUAL
KOMPONEN :
1.THP                  = GAJI POKOK + TJ. ISTRI + TJ. ANAK
2.GAJI KOTOR = THP + TJ.UMUM + TJ.STRUKTURAL + TJ.FUNGS + TJ.BERAS
3.BIAYA1           = .0.475 * THP             biaya pensiun
4.BIAYA2           =  0.05 * GAJIKOTOR (MAX 500.000)   biya jabatan
5.BIAYA             = BIAYA1 + BIAYA2
6.NETTO            = ((GAJIKOTOR-BIAYA) * 12) – PTKP) disetahunkan
7.HASIL NETTO DIBULATKAN KE RIBUAN   contoh = 1.244.450 mjd 1.244.000
8.PAJAK            = NETTO * PKP
9.PAJAK BULANAN = PAJAK / 12

PERHITUNGAN KENA PAJAK (PKP)
1. S/D 50 JT                = 5%
2. 50 JT S/D 250 JT    = 15%
3. 250 JT S/D 500 JT  = 25%
4. 500 JT >                  = 30%

PTKP
1. 1 JIWA       = 15.580.000
2. 2 JIWA       = 17.160.000
3. 3 JIWA       = 18.480.000
4. 4 JIWA       = 19.800.000
5. 5 JIWA       = 21.380.000

PTKP 2013-01-01
1. 1 JIWA       = 24,300,000
2. 2 JIWA       = 26,325,000
3. 3 JIWA       = 28,350,000
4. 4 JIWA       = 30,375,000
5. 5 JIWA       = 32,400,000
Note : Boleh dilihat Informasi Tarif Pajak di Mbah Google ya ....

PERKA BKN NOMOR 1 TAHUN 2016 - PELAKSANAAN PENGALIHAN PNS DAERAH KABUPATEN-KOTA YANG MENDUDUKI JF GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MENJADI PNS DAERAH PROVINSI

KampungGayo Guru SMA/SMK Pengalihan Ke Provinsi

PERKA BKN NOMOR 1 TAHUN 2016 - PELAKSANAAN PENGALIHAN PNS DAERAH KABUPATEN-KOTA YANG MENDUDUKI JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MENJADI PNS DAERAH PROVINSI


Untuk Guru SMA dan SMK  wajib dan Daftar Nominatif Sementara telah di buat…tinggal menunggu Surat Keputusan Dari Sekretaris Daerah.....Siap-Siap Bagi Para Guru Untuk Melengkapi Dosir Pegwai nya...

DOWNLOAD 
DOWNLOAD